Senin, 29 Oktober 2012

Kukerta


Lampiran 1

CERITA RAKYAT
(1)

Asal usul nama dusun Renah Kandis
Dan Renah karib

Sumber               : Datuk syamsuri
Desa                   : Lubuk bangkar
Kecamatan         : Batang asai
Penulis                : Mahasiswa KUKERTA UNJA Posko 23 desa Lubuk  bangkar

Berdasarkan cerita yang di tuturkan oleh datuk samsuri (90 Th) bahwasanya pada zaman belanda menjajah bangsa indonesia banyak penduduk yang mengungsi  jauh ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri. Begitu pula dengan beberapa orang yang berasal dari luar kecamatan batang asai. mereka mengungsi ke sebuah daerah yang belum pernah dijamah oleh manusia. Daerah tersebut banyak di tumbuhi oleh batang kandis, yaitu sejenis tanaman yang tumbuh liar di hutan yang agak lembab, buah dari tumbuhan ini juga dapat dimanfaat sebagai bumbu masakan. Tumbuhan ini hanya tumbuh di dataran rendah, oleh orang tersebut dataran rendah disebut tanah renah, oleh karena itulah dusun tersebut dinamakan renah kandis.
Lain pula halnya dengan dusun renah karib, nama ini berasal dari pohon yang tumbuh subur di desa tersebut yaitu pohon karit. Pohon ini lebih menyerupai pohon beringin. Oleh karena itulah desa tersebut dinamakan desa renah karit. Namun lama-kelamaan nama itu berubah menjadi renah karib.






Keterangan Gambar :
(a) dan (b) = Saat wawancara dengan datuk Syamsuri (dusun renah kandis)
(c) = Perumahan penduduk desa renah karib
(d) = Warga dusun renah kandis yang lagi bersiap pergi ke sawah
(e) = Jembatan menuju kearah dusun renah karib



laporan Kukerta


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang

Aspek penting dalam Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia menuju bangsa yang adil dan sejahtera adalah di mulai dari  Pembangunan Pedesaan. Pembangunan pedesaan sangat penting untuk dilaksanakan mengingat hampir sebagian besar rakyat Indonesia tinggal di pedesaan, dan sebagian dari mereka hidup serba kekurangan yang membutuhkan bantuan terutama dari pemerintah selaku pengabdi masyarakat. Namun untuk bisa mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera seperti termaktub salam Pancasila, tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan pemerintah saja.
Dalam Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia, Semua pihak termasuk Perguruan Tinggi harus juga ikut ambil bagian dan melibatkan diri untuk mewujudkan cita-cita nasional Bangsa Indonesia tersebut. Anonim (2008), “...KKN) sebagai proses pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus wahana pemberdayaan masyarakat.
Proses pembelajaran yang membentuk pola seperti ini direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis berdasarkan tema yang digali dari potensi  masyarakat, dirumuskan, dan dilaksanakan bersama masyarakat.
Adapun bentuk pembelajaran yang di rancang, di rencanakan sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya ini diharapkan dapat memacu kemampuan masyarakat dalam pengembangan diri dan wilayah sehingga kesejahteraannya meningkat baik dalam segi pendapatan finansial maupun kualitas keterampilan, pengetahuan dan wawasan masyarakat itu sendiri. Dalam peran serta perguruan tinggi pada pembangunan nasional, perguruan tinggi menurunkan mahasiswa dalam Bentuk Kuliah Kerja Nyata hal ini didasari oleh salah satu isi dari tri dharma perguruan tinggi yaitu “ pengabdian pada masyarakat “.berdasarkan pada hal diatas, mahasiswa sebagai kaum intelektual yang memiliki kesempatan belajar diperguruan tinggi perlu mengimplementasikan ilmu yang dipelajarinya secara disipliner.
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran memiliki rencana program-program yang sesuai dengan kebutuhan, potensi dan kondisi nyata yang ada pada masyarakat pedesaan yang diharapkan mampu terwujud sehingga dapat mencapai masyarakat yang adil, makmur dan mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat pada akhirnya.     
Dalam menjalankan kukerta Mahasiswa diharapkan mampu meningkatakan pemahaman terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa. Solusi – solusi yang diharapkan mampu menjadi jalan keluar terhadap permasalahan yang ada pada masyarakat, yang mana solusi tersebut dapat dipahami masyarakat sepenuhnya sehingga suatu saat ketika mahasiswa kukerta meninggalkan lokasi kukerta, masyarakat dapat menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi dengan pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri.
Dalam pemecahan masalah yang timbul di daerah pedesaan, ada berbagai alternative yang bisa digunakan. Semua alternatif tersebut diwujudkan dalam bentuk realisasi program kerja oleh mahasiswa kukerta, yang pada intinya menyalurkan aspirasi, saran, pendapat dengan melihat kondisi teknis serta non teknis ditengah masyarakat serta potensi yang ada di desa tersebut.
Berbagai permasalahan yang terdapat di tengah masyarakat, harus dapat di carikan solusinya sesuai kondisi, potensi, keadaan di tengah masyarakat. Bertitik tolak dari hal tersebut diatas maka disusunlah sebuah laporan akhir perorangan/monodisipliner yang merupakan laporan pribadi tentang pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan dalam pelaksanaan KKN di lokasi kukerta yang telah ditetapkan. Program kerja monodisiplin disesuaikan dengan prosedur yang berlaku dan dalam pelaksanaannya diharuskan untuk menjalankan program kerja monodisiplin sebanyak lima  program.
Adapun berbagai Program kerja monodisiplin yang dilakukan di lokasi kukerta yaitu desa Lubuk bangkar, kecamatan batang asai, kabupaten Sarolangun provinsi jambi menyangkut mengenai potensi desa yang ada dan melihat gejala-gejala desa yang sering terjadi.
Berdasarkan hasil observasi tersebut barulah mahasiswa KKN menetapkan berbagai program kerja yang sesuai dari program kerja yang telah direncanakan sebelumnya, disesuaikan dengan permasalahan yang di hadapi masyarakat dan kondisi yang ada di tengah masyarakat. Dengan adanya program Kuliah Kerja Nyata yang dijalankan oleh mahasiswa, diharapkan masyarakat mendapatkan peluang bertukar pikiran dan bekerja sama dalam memecahkan masalah yang timbul dalam masyarakat dan disesuaikan dengan program kebijakan dari pemerintah untuk berusaha memeratakan dan memajukan masyarakat pedesaan disegala bidang.
Oleh karena itu, mahasiswa kukerta  setelah menjalankan kegiatan KKN,  membuat laporan akhir. Diharapkan laporan akhir ini menjadi salah satu bentuk  bukti ataupun sumber data dan juga bahan evaluasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan khususnya pada desa tempat pelaksanaan KKN, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat di segala aspek kehidupan. Selain itu juga laporan ini juga bisa dijadikan bahan referensi bagi berbagai pihak dalam mengambil keputusan ataupun kebijakan dalam pembangunan desa tempat pelaksanaan KKN .

1.2        Tema Kegiatan

Dalam pelaksanaan kukerta di desa lubuk bangkar, difokuskan pada SDM dalam aspek pendidikan, sosial ekonomi, dan kesehatan. Dari fokus kerja tersebut, maka tema yang diangkat dalam kukerta ini adalah
“Memupuk Rasa Kebersamaan Dalam Membangun Desa Yang Maju”

1.3        Tujuan
1.3.1.      Tujuan Umum
1.      Mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat
2.      Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri
3.      Mengadakan perubahan desa menuju desa yang maju
4.      Memenuhi kewajiban mata kuliah dari fakultas, yaitu KKN
5.      Memenuhi tanggung jawab kepada Bapel dengan memberi laporan KKN yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 8 minggu
6.      Mengetahui sejauh mana pelaksanaan program kerja yang telah terealisasi dengan baik

1.3.2.      Tujuan Khusus
1.      Agar masyarakat lebih mengetahui, terutama Bapel bahwa masih banyak daerah yang butuh perhatian lebih dari kondisi apapun.
2.      Mengetahui kendala apa saja dan juga berbagai informasi lain yang diharapkan akan bermanfaat sesuai dengan yang dihadapi mahasiswa KKN dalam pelaksanaan program kerja.
3.      Mempercepat proses peningkatan kemampuan sumber daya manusia sesuai dengan dinamika pembangunan.
4.      Mempercepat upaya pengembangan masyarakat kearah terbinanya masyarakat dinamis yang siap melakukan perubahan-perubahan menuju perbaikan dan kemajuan yang sesuai dengan nilai sosial yang berlaku.




1.4        Manfaat
1.4.1.      Bagi Mahasiswa
1.      Mahasiswa dapat memberikan gambaran tentang program kerja yang telah dilaksanakan dilokasi KKN
2.      Pengalaman belajar menghadapi masyarakat dan pengalaman kerja nyata, membuat mahasiswa bertambah luas wawasan, lebih bertanggungjawab dan peka terhadap masalah sosial masyarakat serta dewasa kepribadian
3.      Dengan kukerta mahasiswa dapat jauh lebih mandiri dari pada sebelumnya
4.      Mahasiswa dapat peka terhadap permasalahan di lingkungan Desa Lubuk bangkar dimana KKN  dilaksanakan.

1.4.2.      Bagi Masyarakat dan Pemerintahan Desa
1.      Sebagai bahan evaluasi bagi perangkat desa dan masyarakat guna meningkatkan pembangunan yang sesuai dengan potensi desa.
2.      Sebagai penilaian atas kinerja posko 23 Desa Lubuk bangkar, Kecamatan Batang asai, Kabupaten sarolangun oleh tim bapel KKN Universitas Jambi.

1.4.3.      Bagi Perguruan Tinggi
Sebagai sumber informasi ataupun data mengenai kegiatan KKN yang dijalankan oleh mahasiswa untuk pertimbangan atau evaluasi hal-hal yang berkaitan dengan berbagai potensi, kelemahan ataupun permasalahan yang ada pada lokasi KKN












laporan kukerta


KATA PENGANTAR


                        Syukur Alhamdullilah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karuniaNya penulis dapat  menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Individu Kuliah Kerja Nyata Di Desa Lubuk bangkar Kecamatan Batang asai Kabupaten Sarolangun yang dimulai dari tanggal 10 Mei 2012 sampai 10 Juli 2012 tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan laporan akhir ini, Penulis telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Oleh Karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Bapak Prof. Dr. Drs. H. Aulia tasman M.Sc. selaku Rektor Universitas Jambi
2.      Bapak Kabib Nawawi, SH.,MH  selaku Kepala Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata
3.      Bapak Dedy setiawan,S.Kom,.M.IT selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan arahan serta motivasi selama mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di Desa Lubuk bangkar
4.      Bapak Hasbi bakar selaku camat desa Lubuk bangkar
5.      Bapak Muslim selaku Kepala Desa Lubuk bangkar
6.      Ibu Bainah selaku pemilik rumah posko 23 yang sangat baik hati sehingga penulis merasa seperti berada dirumah sendiri.
7.      Ali hamsyah dan anak-anak desa lubuk bangkar lainnya yang selalu memberi motivasi kepada penulis dan selalu menghibur penulis disaat penulis merasa letih setelah menjalankan proker. (motar, santi, perengki, sutriyani, pola, wajahniah, ratna, suma, rakes, ulfa, eli, sarbia, dayat, adis, ade, susanti/katek, tia, yos, yulis, bobi, izal, dodi, riko, edi, nabila, ratih, rahma, caca, yeni, rini,   dll). Penulis takkan mungkin bisa melupakan canda dan senyuman kalian. Kapan-kapan kita makan durian bareng lagi ya.....
8.      Bang tarmizi dan seluruh pemuda/i desa lubuk bangkar yang sangat welcome dengan kadatangan penulis dan semua anggota posko 23. (Bang bambang, ca’i, mulawarman, alistam, dion, endang, wahyu, rinal, sono, juher, suri, amin, ali, sukarni, sarial, sumardi, jendri, safhadi, iwan, dison, martin, radinal, yadi, robi, aisah, susi, desi, novi, ayuk mili, ayuk mijah, yuk diana, yuk nibal, ibu rohimah sitoh, liza, anis dll).
9.      Teman-teman seposko yang selalu happy, sehingga posko 23 selalu rame. Apalagi pas lagi goyang dangdut... asyik euy...
10.  Bapak Bustari selaku Kepala Sekolah SD 160/VII Lubuk bangkar
11.  Bapak A. Wali selaku pak sekdes yang sangat mengharapkan kedatangan kami kedesa lubuk bangkar dan Para Tokoh Masyarakat, Alim Ulama desa Lubuk bangkar.
12.  Seluruh lapisan masyarakat Desa Lubuk bangkar
13.  Semua Pihak yang telah membantu terselenggaranya Kuliah Kerja Nyata UNJA posko 23 semester genap 2012 di desa lubuk bangkar

Penulis menyadari, bahwa Laporan Akhir ini tentunya masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan Laporan ini dan semoga Laporan ini bermanfaat bagi pembaca semua. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat Kekhilafan dan kesalahan dalam Laporan ini.
Akhir kata penulis ucapkan Wassalamualaikum wr...wb



Lubuk bangkar, 10 Juli 2012


        PENULIS